Menu

“Neraka” Kembali Menjadi Berita

Dalam buku mereka, Surveying the Religious Landscape: Trends in U.S. Beliefs, George Gallup, Jr. dan D. Michael Lindsay melaporkan bahwa jajak pendapat Gallup yang dilakukan pada Mei 1997 menunjukkan bahwa hanya 56% orang Amerika yang memiliki keyakinan kuat terhadap keberadaan neraka (1999, p. 30). Salah satu alasan mengapa semakin banyak orang Amerika tidak percaya kepada kenyataan neraka kemungkinan adalah karena hilangnya kata itu dari kosa kata kita di komputer. Orang non-Kristen pada dasarnya menggunakan kata itu hanya sebagai ungkapan yang kurang senonoh. Orang Kristen jarang membahas masalah ini dalam diskusi mereka. Khotbah tentang masalah neraka telah menurun selama bertahun-tahun. Seorang “pendeta” denominasi dikutip dalam US News & World Report beberapa tahun yang lalu, mengatakan: “Jemaat saya akan terpana mendengar khotbah tentang neraka” (“Revisiting …,” 1991, 110 [11]:60). Saya pernah mendengar mendiang penginjil Wendell Winkler bercerita tentang ia berkhotbah di sebuah pertemuan di Oklahoma. Setelah mengkhotbahkan pelajaran tentang neraka, pengkhotbah setempat, yang telah tinggal di kota itu selama 22 tahun, memberitahu Winkler bahwa dalam 22 tahun itu, gereja di sana telah mengadakan 44 kebangunan rohani (dua kali per tahun). Selama 44 kali pertemuan itu, total 527 khotbah telah dikhotbahkan. Pelajaran Wendell Winkler dikatakan sebagai yang pertama tentang masalah neraka yang pernah mereka dengar dalam 44 kali kebangunan rohani itu. 

Berkhotbah tentang neraka kekal tampaknya sangat langka sehingga ketika seorang pemimpin agama terkemuka membahas masalah ini, hal itu menarik perhatian bahkan dari banyak media. Baru-baru ini, Paus Benediktus XVI, dalam pidatonya yang disampaikan di luar Roma, menekankan risiko dari sikap tidak menyesali dosa berupa “hukuman kekal.” Neraka “benar-benar ada,” katanya, “dan kekal, bahkan jika tidak ada orang yang membicarakan hal itu lagi” (seperti dikutip dalam Owen, 2007). FOX News, Boston Herald, Times Online, dan Melbourne Herald Sun hanya beberapa elit media yang memberitakan kisah ini. ”Paus benarbenar percaya adanya neraka kekal.”

 Memperingatkan orang lain tentang penghakiman yang akan datang memang tidak populer. Mengajar di jalanan dan gereja-gereja tentang neraka kekal sama jarangnya dengan hujan di Sahara. Meski kepausan itu sendiri tidak berdasarkan Alkitab (lihat Pinedo, 2005), orang Kristen dapat menghargai kenyataan bahwa Benediktus XVI bersedia menyampaikan masalah seperti itu yang secara politis tidak benar. Sesungguhnya, hal ini memang seharusnya dilakukan oleh orang-orang Kristen yang setia di seluruh dunia untuk kembali mengajarkan kebenaran yang berulang kali diajarkan oleh Yesus dan para penulis Alkitab: neraka itu nyata dan kekal (Matius 5:22; 25:41,46; Markus 9:43; 2Tesalonika 1:8-9).

REFERENSI

Gallup, George Jr. and Michael Lindsay (1999), Surveying the Religious Landscape: Trends in U.S. Beliefs (Harrisburg, PA: Morehouse Publishing).

Owen, Richard (2007), “The Fires of Hell are Real and Eternal, Pope Warns,” TimesOnline, March 27, [On-line], URL: http://www.timesonline.co.uk/tol/news/world/europe/article1572646.ece.

Pinedo, Moises (2005), “The Pope, the Papacy, and the Bible,” Apologetics Press, [On-line], URL:

https://www.apologeticspress.org/articles/2724.

“Revisiting the Abyss,” (1991), U.S. News & World Report, 110[11]:60, March 25.


Published

A copied sheet of paper

REPRODUCTION & DISCLAIMERS: We are happy to grant permission for this article to be reproduced in part or in its entirety, as long as our stipulations are observed.

Reproduction Stipulations→