Menu

“Allah Kita Adalah Api Yang Menghanguskan”

Dalam upaya untuk mendukung gagasan bahwa hukuman orang jahat di akhirat akan berupa pemusnahan, para pendukung pemusnahan sering berfokus pada istilahistilah Alkitab “menghabisi” dan “menghanguskan.” Karena Alkitab memang mengatakan bahwa “Allah kita adalah api yang menghanguskan” (Ibrani 12:29), dan karena katakata “menghabisi” dan “menghanguskan” dapat, dan kadang-kadang, mengacu kepada pemusnahan materi fisik, maka banyak kaum pemusnah telah menyatakan bahwa Allah akan memusnahkan jiwa manusia yang jahat. Homer Hailey, dalam bukunya yang diterbitkan setelah ia meninggal, God’s Judgements and Punishments, memuat satu pasal berjudul “Allah Kita—Api Yang Menghanguskan.” Dalam pasal itu, ia hampir seluruhnya membahas penggunaan istilah Perjanjian Lama “menghabisi” dan “menghanguskan.” Mengenai istilah-istilah ini, ia berkomentar:

Kata yang membutuhkan definisi yang jelas adalah “menghabisi” atau “menghanguskan.” Kata bahasa Inggris diterjemahkan dari begitu banyak kata Ibrani, dan begitu banyak kata Ibrani yang diterjemahkan dengan kata bahasa Inggris, sehingga sulit menemukan definisi yang tepat untuk kata “menghabisi.” Oleh karena itu yang terbaik adalah mempelajari maknanya dari penggunaan dan contoh-contoh (2003, hal. 136).

Hailey lalu melanjutkan kepada nas semak duri yang terbakar, di mana Musa mendekati semak duri yang “menyala” tetapi “tidak dimakan api” (Keluaran 3:2). Hailey menyimpulkan: “Dalam contoh ini, ‘dimakan api’ berarti ‘terbakar’” (p. 136). Ia lalu mengutip contoh tentang korban bakaran yang “dihanguskan” di atas mezbah (Imamat 9: 23-24) sebagai bukti yang menunjukkan bahwa “dihanguskan” berarti dibakar habis.

 Setelah mencantumkan beberapa subjek penghangusan non-manusia, Hailey lalu mencantumkan beberapa contoh Perjanjian Lama di mana manusia berdosa dikatakan telah “dihanguskan/dihabisi”: “Biarlah orang-orang berdosa dihabisi dari bumi, dan biarlah orang-orang fasik tidak ada lagi” (Mazmur 104:35; ASV); ”Sesungguhnya, orangorang fasik akan binasa; musuh TUHAN seperti keindahan padang rumput: mereka habis lenyap, habis lenyap bagaikan asap” (Mazmur 37: 20). Hailey juga mencantumkan pemberontakan Korah, di mana Allah memberitahu Musa dan Harun untuk menjauh dari para pemberontak “supaya Kuhabisi mereka dalam sekejap mata” (Bilangan 16:21; ASV). Dan belakangan dalam konteks yang sama, Allah mengirimkan tulah di tengahtengah bangsa itu di mana Allah membuat komentar yang sama tentang menghabisi mereka seperti yang Ia lakukan terhadap para pemberontak dalam ayat 21. 

Ketika tiba saatnya untuk meringkas pasalnya, Hailey menempatkan dua kolom di bagian atas halaman terakhir, satu kolom berjudul “Apa Yang Dikatakan,” dan kolom yang lain berjudul “Apa Yang Tidak Dikatakan.” Dalam kolom “Apa Yang Dikatakan,” ia mencantumkan Ibrani 12:29, Bilangan 16 dan Ulangan 4:24. Lalu ia mencantumkan “cara menghabisi/menghanguskan,” dan mencatat Bumi menelan habis para pemberontak bersama Korah, wabah, dan api yang turun dari langit. Dalam kolom “Apa Yang Tidak Dikatakan,” seluruh teks di bawah kolom itu adalah satu baris yang berbunyi: “Bahwa mereka semua dibakar selama-lamanya” (p. 139). Ia secara jelas sedang berusaha mengarahkan pembaca untuk menyimpulkan bahwa menghabisi dan menghanguskan harus berarti pemusnahan. 

Apakah benar penggunaan kata-kata Alkitab “menghabisi” dan “menghanguskan” harus dipahami sebagai berarti jiwa orang fasik akan dimusnahkan? Sederhananya, tidak. Pertama, untuk menyimpulkan bahwa kata-kata itu menyiratkan pemusnahan, Hailey memberikan contoh-contoh seperti semak duri yang menyala dan pembakaran suatu persembahan yang memang mengacu kepada barang yang sedang dihabisi— dibakar habis sepenuhnya. Namun begitu, yang sangat kentara tidak ada adalah contohcontoh tentang barang yang dihabisi tapi tidak habis terbakar. Kata-kata Ibrani yang diterjemahkan “dihabisi” di antaranya dapat berarti sejumlah hal, termasuk: “memakan, menelan, membunuh, dihamburkan, dihancurkan, menyuapi, menyebabkan berhenti, tercapai, dan menghabiskan” (lihat “Akal,” 1999; “Kalah,” 1999). Adakah contoh-contoh di mana istilah “menghabisi” dan “menghanguskan” tidak menyiratkan pembasmian total? Pasti. Misalnya, dalam Yeremia 14, Tuhan berkomentar bahwa Ia sama sekali tidak akan menerima orang Israel yang penyembah berhala, dan kemudian menyatakan: “melainkan Aku akan menghabiskan mereka dengan perang, dengan kelaparan dan dengan penyakit sampar” (14:12). Akankah keadaan mereka yang sedang dihabisi itu mengharuskan tubuh mereka dibakar sepenuhnya hingga tidak ada lagi? Teks itu menjawab pertanyaan itu ketika menyatakan bahwa tubuh orang-orang yang dihabisi itu akan “tercampak mati di jalan-jalan Yerusalem, disebabkan oleh kelaparan dan perang, dan tidak ada orang yang akan menguburkan mereka” (14:16). Tindakan menghabisi yang terjadi dalam Yeremia jelas tidak melibatkan pembakaran total, tetapi sebaliknya suatu hukuman kematian fisik di mana tubuh orang-orang yang dihabisi itu masih tetap ada untuk beberapa waktu untuk membusuk di jalan-jalan terbuka. 

Lagi, dalam Kejadian 31:15, Rahel dan Lea, dalam diskusi mereka tentang perilaku ayah mereka, berkomentar: “Bukankah kami ini dianggapnya sebagai orang asing, karena ia telah menjual kami? Juga [uang] bagian kami telah dihabiskannya sama sekali.” Apakah mereka bermaksud mengatakan bahwa uang mereka telah dibakar dan dimusnahkan menjadi tidak ada? Tidak. Sebaliknya, uang itu telah dihabiskan atau dihamburkan, dan dengan demikian tidak lagi berguna bagi mereka.

 Kejadian 31:40 berfungsi sebagai contoh terakhir dari berbagai cara kata “dihabisi” dapat digunakan. Dalam teks ini, Yakub menggambarkan kesulitan yang ia alami selama ikatan kerjanya dengan Laban.

 Dalam diskusi itu, Yakub menyatakan, “Aku dimakan panas hari waktu siang dan kedinginan waktu malam, dan mataku jauh dari pada tertidur.” Apakah Yakub terbakar atau musnah sepenuhnya pada siang hari? Tidak dalam arti apa pun. Menariknya, kata Ibrani yang sama yang digunakan dalam Kejadian 31:40 digunakan juga dalam Ulangan 4:24—yang dikutip oleh Hailey, dan yang darinya kutipan Ibrani 12:29 diambil. Jadi, jelaslah bahwa kata-kata “menghabisi” dan “menghanguskan” tidak selalu berkonotasi pemusnahan total, tetapi dapat, dan sering, mengacu kepada keadaan sisa buangan dan kehancuran, atau, seperti dalam kasus Yakub, rasa sakit, penderitaan dan kesulitan. 

Menarik juga untuk dicatat bahwa, di antara contoh-contoh yang diberikan oleh Hailey yang diduga menyiratkan pemusnahan hal-hal (atau orang-orang) yang dihabisi, adalah orang-orang yang dihabisi dalam pemberontakan Korah dalam Bilangan 16. Namun dalam Perjanjian Baru, Yudas menawarkan komentari yang diilhami secara ilahi tentang orang-orang berdosa tertentu, dengan menyatakan, “Celakalah mereka, karena mereka mengikuti jalan yang ditempuh Kain dan karena mereka, oleh sebab upah, menceburkan diri ke dalam kesesatan Bileam, dan mereka binasa karena kedurhakaan seperti Korah” (ay. 11). Yudas lebih lanjut berkomentar bahwa orang-orang berdosa ini adalah “ombak laut yang ganas, yang membuihkan keaiban mereka sendiri; mereka bagaikan bintang-bintang yang baginya telah tersedia tempat di dunia kekelaman untuk selama-lamanya” (ay. 13). Karena itu, orang-orang berdosa ini “binasa dalam kedurhakaan Korah,” namun jiwa mereka tidak sepenuhnya dihabisi atau dimusnahkan, tetapi memiliki tempat di mana ada “dunia kekelaman untuk selama-lamanya.” Dari komentari Perjanjian Baru yang ditawarkan oleh Yudas, terbukti bahwa mereka yang dihabisi dalam kedurhakaan Korah tidak lenyap sama sekali, tetapi kehidupan jasmani mereka berakhir dan jiwa mereka menunggu hukuman dalam dunia kekelaman selamalamanya. 

Sekali lagi, seruan untuk mempelajari kata yang tidak lengkap dalam upaya untuk memaksakan gagasan tentang pemusnahan pada teks Alkitab adalah spekulatif dan tidak berdasar, untuk sedikitnya. Bukti yang luar biasa dari Alkitab secara eksplisit menyatakan dan secara implisit mengajarkan bahwa jiwa-jiwa orang fasik akan dihukum dalam api neraka selama-lamanya—tanpa jeda.

REFERENSI

Akal: 398” (1999), Logos Library System: Enhanced Strong’s Lexicon (Logos Research Systems: Bellingham, WA).

Hailey, Homer (2003), God’s Judgements & Punishments (Las Vegas, NV: Nevada Publications).

Kalahl: 3615” (1999), Logos Library System: Enhanced Strong’s Lexicon (Logos Research Systems: Bellingham, WA).


Published

A copied sheet of paper

REPRODUCTION & DISCLAIMERS: We are happy to grant permission for this article to be reproduced in part or in its entirety, as long as our stipulations are observed.

Reproduction Stipulations→