Menu

“Agama Kristen Tidak Mungkin Bisa Benar”

Apa yang dituduhkan oleh penulis ateis Mike Davis adalah “bahan bukti” yang membuktikan kepada dia sekali untuk seterusnya bahwa “Agama Kristen tidak mungkin bisa benar”? Hal apakah yang “telah menyegel masalah itu” dan menuntun dia untuk percaya “Yesus salah … dan tidak lebih pantas untuk menerima kepercayaan kita dibandingkan dengan orang lain mana pun”? Kapankah kasus menentang Alkitab dan agama Kristen sudah “diselesaikan”? Dalam pasal satu bukunya, Pengantar Ateis kepada  Perjanjian Baru: Bagaimana Alkitab Melemahkan Ajaran Utama Agama Kristen, Davis menjelaskan bahwa Matius 24:34 adalah faktor penentu.

Dalam Matius 24:34, Yesus menyatakan: “Sesungguhnya angkatan ini tidak akan berlalu, sebelum semuanya ini terjadi.” Menurut Davis, karena “Yesus memberitahu para pendengar-Nya bahwa hari penghakiman akan datang sebelum generasi yang Ia ajak bicara mati,” dan karena generasi itu sudah mati 1900 tahun yang lalu, maka Yesus “tidak mungkin ilahi“ dan Alkitab ”tidak dapat dipercaya“ (2008, p. 1-2). Faktanya, apa yang akhirnya diakui oleh Davis “membuktikan” kepada dia bahwa Alkitab dan Yesus yang tidak dapat dipercaya tidak lebih daripada salah menafsirkan Kitab Suci. Yesus tidak salah dalam komentar-Nya dalam Matius 24:34—generasi Yesus tidak mati sebelum menyaksikan hal-hal yang Yesus nubuatkan dalam Matius 24:4-34. Tetapi, dalam ayat-ayat itu Yesus tidak menubuatkan apa yang Davis asumsikan dinubuatkan oleh Yesus. Davis dan banyak orang lainnya percaya bahwa, sebelum ayat 34, Yesus sedang menggambarkan peristiwa yang akan terjadi sesaat sebelum Hari Penghakiman pada akhir zaman. Namun faktanya adalah, Yesus sedang menubuatkan tentang kehancuran yang akan menimpa Yerusalem pada tahun 70 M. dan bukan Penghakiman terakhir. 

Ketika para murid menunjukkan kepada Yesus bangunan bait Allah (Matius 24:1), Yesus berkata, “Kamu melihat semuanya itu? Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak satu batupun di sini akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain; semuanya akan diruntuhkan” (24:2). Belakangan, ketika Yesus berada di Bukit Zaitun, para murid itu mengajukan tiga pertanyaan kepada Dia, dimulai dengan “Kapan hal-hal ini terjadi?” (24:3). Dalam ayat 4-34, Yesus mengungkapkan beberapa tanda yang menunjukkan bahwa penghancuran Yerusalem oleh Roma, termasuk bait Allah, sudah dekat. [CATATAN: “Kejatuhan sistem bangsa Ibrani dinyatakan dalam semacam peristilahan apokaliptik

yang merupakan karakteristik literatur Perjanjian Lama, misalnya, ketika para nabi secara gamblang menggambarkan penggulingan musuh-musuh Yehovah (bdk. Yesaya

13:10-11; 34:2ff; Yehezkiel 32:7-8)” (Jackson, nd); bdk. Matius 24:29-31; lihat Miller, 2003.] Dalam ayat 35-51 (dan seluruh isi pasal 25), Yesus menjawab dua pertanyaan terakhir murid-murid itu: “apakah tanda kedatangan-Mu dan tanda kesudahan dunia?” (Matius 24:3). Ringkasnya, dalam Matius 24:4-34 Yesus menubuatkan kehancuran Yerusalem yang akan terjadi pada tahun 70 M., sementara dalam 24:35—25:46 Ia berkomentar tentang kedatangan-Nya kembali dan Penghakiman terakhir dunia. 

Betapa menyedihkan bahwa begitu banyak orang ateis dan skeptis percaya bahwa mereka telah membuktikan kesalahan Alkitab dan agama Kristen, ketika, kenyataannya, mereka hanya memutarbalikkan teks Alkitab untuk mengartikan sesuatu yang Allah tidak pernah maksudkan (lih. 2Petrus 3:16). Fakta bahwa Mike Davis menggarisbawahi Matius 24:34 sebagai ayat yang sekali untuk selamanya membuktikan kepada dia bahwa Alkitab tidak dapat dipercaya harus memberitahu kita sesuatu tentang kelemahan ekstrim kasus orang skeptis terhadap agama Kristen.

REFERENSI

Davis, Mike (2008), The Atheist’s Introduction to the New Testament (Outskirts Press: Denver, CO).

Jackson, Wayne (no date), “A Study of Matthew 24,” http://www.christiancourier.com/articles/19-astudy-of-matthew-24.

Miller, Dave (2003), “There Will Be No Signs!https://apologeticspress.org/articles/1838.


Published

A copied sheet of paper

REPRODUCTION & DISCLAIMERS: We are happy to grant permission for this article to be reproduced in part or in its entirety, as long as our stipulations are observed.

Reproduction Stipulations→